
Pada awalnya, Unila berada di 3 (tiga) lokasi, yaitu Jalan Hasanudin Nomor 34; kompleks jalan Jendral Suprapto Nomor 61 Tanjung Karang; dan kompleks Jalan Sorong Cimeng Teluk Betung. Sejak Tahun 1973/1974 telah dibuka kampus Unila di Gedong Meneng dan saat ini semua Fakultas sudah berada di dalam kampus tersebut.Antara tahun 1960 sampai 1965, Unila dipimpin oleh seorang Koordinator. Sejak tanggal 25 Desember 1965 sampai dengan 28 Mei 1973, Unila dipimpin oleh satu presidium yang diketuai oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Lampung. Sejak Mei 1973 sampai sekarang, Unila dipimpin oleh seorang Rektor secara berurut adalah sebagai berikut :
1. Prof. Dr. Ir. Hi. Sitanala Arsyad ( 1973-1981 )
2. Prof. Dr. R. Margono Slamet ( 1981-1990 )
3. Hi.Alhusniduki Hamim S.E. M.S.c ( 1990-1998 )
4. Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.S.c ( 1998-2006)
5. Prof. Sugeng P Harianto (2006-sekarang)
Filosofi:
1) Berorientasi kepada Kepuasan Pelanggan Universitas Lampung sebagai penyelenggara jasa pendidikan meletakkan mahasiswa sebagai Custumor utama. Keputusan mahasiswa dan orang tua/wali mahasiswa yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di unila, menjadi orientasi utama pelayanan Unila dalam mendayagunakan sumber daya yang dimiliki, untuk penyelengaraan pendidikan diatas segala pertimbangan lainya.Masyarakat umum dan masyarakat ilmiah pada khususnya merupakan pelanggan lain unila. Sebagai lembaga ilmiah, unila menempatkan program pengembangan ilmu pengetahuan, tehnologi, dan kesenian secara konsisten dan berkelanjutan sebagai program utama dalam mendayagunakan sumberdaya yang dimiliki, sehingga melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hasilnya diharapkan dapat bermanfaat dan memuaskan masyarakat.
3) Berupa Peningkatan Kualitas Secara Berkelanjutan (Continuous Quality Improvement ) Dalam kerangka memenangkan persaingan yang makin ketat di era globalisasi, Unila berupaya secara konsisten dan terus-menerus untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bidang jasa pendidikan agar dapat dihasilkan lulusan Unila yang :
a) Intelektual, berjiwa Pancasila, dan berintegrasi tinggi;
b) Memiliki kompetensi memadai dibidangnya masing-masing;
c) Berkemampuan untuk belajar mandiri secara berkelanjutan agar siap menjadi profesional dalam memasuki dunia kerja, serta mampu berkompetisi dalam memenuhi tuntutan perubahan dan perkembangan yang pesat.
4) Bekerja Berdasarkan Perencanaan Top Down – Bottom UpDalam kerangka implementasi peningkatan kualitas berkelanjutan, perencanaan merupakan alat manajemen yang strategis. Karena itu Unila akan menggunakan sistem perencanaan tertulis yang dikembangkan dengan memadukan aspirasi dari jurusan/fakultas (bottom up) dengan arahan kebijakan (top down) dari pusat (Dirjen Dikti). Dengan demikian terwujud rencana kerja yang holistik dan realistik, yang secara keseluruhan diarahkan untuk mencapai efisiensi setinggi-tingginya dalam mencapai tujuan peningkatan kualitas lulusan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.
5) Lingkungan Kerja yang KondusifUnila telah tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang besar dan maju, dan mungkin akan terus tumbuh dan berkembang lagi. Pertumbuhan dan perkembangan Unila yang diinginkan adalah yang menguntungkan, teratur, dan terkendali. Untuk ini semua aktivitas civitas akademika Unila akan senantiasa berupaya membuat iklim kerja yang kondusif agar unit-unit di dalam Unila dapat beraktivitas secar optimal dalam menjalankan misinya, serta dapat mengembangkan kreatifitasnya. Tetapi juga terus menerus diciptakan sistem agar seluruh kegiatan unit-unit di unila dapat dikendalikan secara efektif.

Sekolah Tinggi Teknologi Telkom / Institut Teknologi Telkom(IT Telkom)(disingkat STT Telkom) didirikan oleh Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Teknologi dan Manajemen Telekomunikasi atau disingkat Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) pada 28 September 1990. Tujuan didirikannya STT Telkom adalah untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia pada sektor pertelekomunikasian di Indonesia. Kampus STT Telkom berada di daerah Bandung Selatan sekitar 12 km dari pusat kota Bandung (Gedung Sate) dengan lokasi yang mudah dijangkau oleh kendaraan umum. Lokasi kampus STT Telkom dulunya merupakan daerah bersejarah terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api dimana proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pertama kali disiarkan ke seluruh nusantara dan dunia. Lokasi kampus terletak cukup jauh dari keramaian, sehingga suasana belajar menjadi lebih kondusif. Kampus STT Telkom sendiri mulanya berada di jalan Suci No. 51, namun semenjak tahun 1993 dipindahkan ke Jalan Telekomunikasi (Lokasi sekarang) mengingat kampus di jalan suci kurang menunjang proses belajar mengajar yang kondusif dari segi lokasi kampus, luas/besar kampus, dan lingkungan sekitar kampus. Dengan pertimbangan tersebut, maka berdirilah kampus di lahan seluas 48 ha di daerah Bandung Selatan [lihat lokasi kampus], namun baru dimanfaatkan 19 ha. Tujuan didirikannya sekolah ini untuk memenuhi kebutuhan akan ahli-ahli di industri telekomunikasi yang tumbuh sangat pesat, maka PT Telkom sangat berkepentingan terhadap institusi ini sehingga PT Telkom memberikan beasiswa penuh dan ikatan dinas kepada mahasiswa angkatan 1991 dan 1992. Adanya perubahan iklim industri telekomunikasi (PT Telkom tidak memonopoli lagi), program beasiswa dan ikatan dinas diberhentikan dan saat ini STT Telkom menjadi perguruan tinggi yang mandiri.